Barru, 17 Juli 2025 - Dalam upaya meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Barru sukses menyelenggarakan Coaching Clinic Inovasi Daerah yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 16 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi momen penting yang tidak hanya fokus pada penguatan teknis, tetapi juga membangun kembali semangat inovasi di setiap elemen pemerintahan daerah. Diselenggarakan dan difasilitasi langsung oleh Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bapperida, coaching clinic ini menyasar seluruh stakeholder yang berpotensi menciptakan inovasi pelayanan publik.
Lebih dari 100 peserta hadir, terdiri dari 55 desa dan kelurahan, 35 perangkat daerah, serta 12 UPTD rumah sakit dan puskesmas. Mereka berkumpul di forum yang tidak hanya menjelaskan tata cara pengisian aplikasi Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga memberikan pendampingan intensif bagi setiap unit kerja yang memiliki inisiatif inovatif.
Antusiasme peserta tampak jelas. Para perwakilan dari desa-desa seperti Kamiri, Madello, Lampoko, hingga kelurahan-kelurahan seperti Takkalasi, Mangkoso, dan Tanete, menunjukkan semangat besar untuk menggali potensi lokal yang bisa diangkat menjadi program inovatif. Begitu pula dari perangkat daerah, seperti Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP dan berbagai kecamatan, yang ikut berpartisipasi aktif dalam menyusun dan menyiapkan penginputan inovasi mereka.
"Ini bukan sekadar pengumpulan data. Kita sedang membangun budaya inovasi di Kabupaten Barru", ungkap Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) BAPPERIDA Kabupaten Barru. Beliau menambahkan bahwa coaching clinic ini merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih adaptif, responsif, dan solutif.
Dengan adanya pendampingan langsung dari tim Litbang, peserta difasilitasi untuk memahami aplikasi IID secara menyeluruh. Agenda mencakup pelatihan teknis, sesi tanya jawab, hingga bimbingan personal untuk membantu unit kerja menyusun deskripsi inovasi mereka sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Barru berharap dapat melampaui capaian tahun sebelumnya yang masih berada pada kategori “kurang inovatif” dengan skor IID sebesar 34,34. Dengan sinergi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan, Bapperida optimistis Barru dapat meraih lompatan signifikan pada ajang IGA 2025 dan menjadikan inovasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah ke depan.